by

Diskusi Kebudayaan, Pemerintah Kecamatan Bintauna Tuai Kritik

bolmut.perdananews.com|Bintauna|Rangkaian kegiatan diskusi kebudayaan dan pameran literasi yang digelar oleh para pemuda Bintauna sukses dilaksanakan Jumat (23/04). Bertema “Membaca Kembali Bintauna-Perspektif sejarah dan Budaya”. Para pemuda Bintauna ini melakukan terobosan untuk tidak hanya sekedar melestarikan budaya namun memajukan kebudayaan.

Namun, ditengah kesuksesan pelaksanaan kegiatan tersebut, ada kritik pedas yang disampaikan. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh salah satu narasumber, Rinaldi Datunsolang, M.Pd, dalam diskusi tersebut. Dalam kesempatan itu, dirinya sangat menyayangkan ketidakhadiran Camat Bintauna  sebagai pemerintah yang terundang. Menurutnya, kegiatan seperti ini seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, utamanya Pemerintah Kecamatan Bintauna.

Baca Juga: PUSSAKABin-ISC dan Teras Inomasa Gelar Pameran Literasi dan Diskusi Kebudayaan

“Hal ini sangat memiriskan buat kita semua, sesuatu yang sangat disayangkan. Dalam kegiatan yang sebagus ini tetapi pak Camat saja sebagai khalifah kecamatan yang diundang malah tidak hadir. Ini membuktikan bahwa tidak ada sama sekali penghargaan Pemerintah kecamatan Bintauna terhadap kebudayaan Bintauna” ungkap Dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo ini.

“Perhatian elemen Pemerintah sangat penting, karena dituntut oleh Undang-Undang Dasar Pasal 32 Ayat 1. Bahwa pemerintah bertanggung jawab memajukan kebudayaan, artinya bahwa baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Kecamatan turut terlibat aktif dalam hal memajukan kebudayaan” sambung Rinaldi.

Menurutnya, tidak adanya perhatian pemerintah ini telah berulang kali terjadi. Dirinya juga menyoroti sejumlah kegiatan yang telah dilakukan oleh pegiat kebudayaan sperti PUSSAKABin-ISC yang didalamnya tidak ada keterlibatan pemerintah.

Senada dengan itu, panitia pelaksana juga sangat menyayangkan ketidak hadiran dari Camat Bintauna. Padahal, mereka sangat berharap camat Bintauna untuk dapat hadir langsung, bukan mengutus perwakilan.

“Besar harapan kami untuk camat Bintauna bisa hadir dalam kegiatan ini. Agar supaya giat memajukan kebudayaan ini dapat kita kerjakan secara bersama-sama. Kami butuh support bukan hanya lewat kata-kata tapi kerja-kerja riil, tidak hanya mengirim utusan” ungkap Ryan Laures Tabo.

Diketahui bahwa kegiatan-kegiatan kebudayaan serupa telah banyak yang dilakukan oleh para pemuda Bintauna. Namun hingga saat ini tidak ada perhatian khusus dari pemerintah Kecamatan Bintauna. Terbaru, Inomasa Studi Club juga melakukan ziarah kubur Raja-Raja Bintauna.

(Asriadi/Rls/perdananews.com)

Comment

PERDANANEWS