by

Cak Windra: Omnibus Tidak Mengangkut Disabilitas

bolmut.perdananews.com|Omnibus Tidak Mengangkut Disabilitas|Oleh Cak Windra》kontributor perdananews.com |Omnibus Tidak Mengangkut Disabilitas. Sesungguhnya setiap orang diciptakan sama dibekali perangkat yang sama juga oleh Sang Pencipta Kehidupan. Mempunyai akal fikiran yang sama disetiap orang tidak ada bedanya. Sebagai pembeda adalah fisik dalam aktifitasnya. Dalam hal ini yang sering diketahui oleh umum adalah teman-teman disabilitas. Masih ada anggapan dari beberapa pandangan orang.

Kalau teman-teman yang mempunyai kekurangan ini tidak banyak diberikan kesempatan untuk berkiprah dibidang yang disukainya. Walaupun didalam peraturan yang ada sudah diatur begitu apik untuk saat ini. Tetapi kenapa dalam UU Cipta Kerja kemarin tidak diperkuat kembali. Untuk tenaga kerja bagi teman disabilitas.

Bahwa harus dan wajib untuk perusahaan milik negara, daerah ataupun suasta mempekerjakan mereka apabila tidak bisa dipidanakan.. Tentu dengan kemampuannya masing-masing. Dengan begitu apabila nanti banyaknya lapangan pekerjaan teman disabilitas juga bisa merasakan manfaatnya.

Baca juga: MadNur: Resesi Sudah Terjadi, Ini Faktanya

Jangan lagi dianggap kaum marginal. Karena ini eranya sudah teknologi sehingga berikan juga kepada mereka kesempatan yang sebesar-besarnya. Apabila ada payung hukum yang kuat maka pintu peluang akan terbuka lebar. Memang peraturan yang sudah ada mengatakan kalau disabilitas mendapatkan porsi 2 atau 1 persen dari jumlah karyawan yang ada.

Belum maksimal dalam menciptakan lapangan pekerjaan

Tetapi belum maksimal praktek di lapangan. Oleh dari itu kenapa tidak sekalian dalam UU Cipta Kerja diperkuat. Kalau memang sesuai dengan namanya Cipta Kerja. Lalu diharapkan para investor akan banyak menanamkan modalnya. Berarti dengan begitu tenaga kerja akan bbanyak yang terserap didalamnya.

Jadi kenapa tidak untuk teman para penyandang disabilitas juga diberikan pioritas agar bisa bekerja. Tidak hanya mengharapkan dana sosial terus-menerus apabila mampu untuk bekerja tentu berikan kesempatan.

Selama masih bisa untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan yang sesuai dengan kedisabilitasannya kenapa tidak dilakukan. Yang terpenting adalah jangan mengerjakan diluar kemampuan dari disabilitasnya. Kalau tidak diberikan kesempatan seperti orang pada umumnya dimana letak keadilan di negara ini.

Apakah akan selalu diberikan santunan padahal mampu untuk mengerjaakan yang pas dengan kondisinya. Berikan kail biar memancing sendiri. Dengan catatan berikan tempat yang sesuai agar bisa memancing.

Apabila ada yang tidak memberikan tempat harus memberikan ganti rugi untuk modal usaha. Sehingga sanksipun juga harus ditegakan. Karena kalau tidak demikian instansi-instansi tersebut akan selalu memberikan seribu alasan. Apabila seperti itu terus kapan akan terwujud keadilan dalam ketenaga kerjaan untuk kaum disabilitas.

Kalau bukan pemerintah lantas siapa lagi yang mempunyai orkestra tersebut untuk melindungi warganya yang memperlukan. Karena apabila diserahkan kepada suasta mau menerima silahkan tidak juga tidak papa. Barangkali hanya beberapa perusahaan saja yang benar-benar mau menerima dan menempatkan sesuai dengan kondisinya.

Lalu untuk perusahaan lain nyantai-nyantai saja tanpa ada sanksi yang diterimanya. Sedangkan apabila mau menerimanya masih ada tempat pekerjaan yang pas. Misalnya ada perusahaan yang memperlukan Call Center di perusahaannya kenapa tidak disabilitas diberikan penawaran terlebih dahulu, bisa diumumkan melalui media.

Dengan begitu juga mengurangi beban pemerintah untuk memberikan dana sosial. Sehingga kesejahteraan masyarakat bawah khususnya untuk keluarga disabilitas bisa dirasakan juga. Walaupun didalam peraturan undang-undang tahun 2016 tentang disabilitas juga sudah dijelaskan soal pekerjaan dan lain-lain.

Sering dikatakan kalau didalam UU Cipta Kerja agar perburuhan di indonesia lebih baik lagi. Walaupun faktanya banyak protes sili berganti yang datang. Tetapi kenapa untuk tenaga kerja disabilitas tidak juga ikut diperkuat. Barangkali ditambahi beberapa butir pasal untuk memperkuat peraturan yang ada. Sehingga ada efek jera untuk perusahaan apabila tidak menerima atau tidak memperkerjakan para disabilitas.

Apabila dengan ditambahinya beberapa point pasal ada kepastian perlindungan hukum mengisi celah kekosongan, dari peraturan yang sudah ada. Bukan berarti peraturan yang sudah ada kurang baik tapi kurang terasa kehadirannya tentang tenaga kerja. Kalau bingung soal sarana tentu disesuaikan dengan bidang jenis disabilitasnya dan hal tersebut bisa dibicarakan, kedua belah pihak.

Karena dengan adanya UU yang bisa dijadikan payung ketika masuk kedalam perusahaan. Untuk para disabilitas yang sedang mencari kerja dan ingin seperti orang pada umumnya. Mendapatkan kesejahteraan dari hasil kerjanya bukan karena belas kasihan orang semata. Meniti karir meraih kesuksesan dalam bekerja menunjukan bahwa bisa tanpa harus ketergantungan oleh orang lain.

Ikut bertanding sesuai kemampuan yang dimilikinya ditengah-tengah orang yang berbeda dengan dirinya. Tentu hal tersebut baru bisa terwujud apabila peraturan juga mendukung. Tidak harus menunggu ada orang yang membawanya. Jadi oleh dari itu salam disabilitas menembus batas rawe-rawe rantas tetap semangat. Dimana ada niat disitu ada jalan dan dimana ada kemauan mudah-mudahan ada kemudahan.

(Rls/bolmut.perdananews.com/http://Perdananews.com)

Comment

PERDANANEWS