by

Porang, Budidaya “Emas” Baru lahan Perkebunan

bolmut.perdananews.com | Porang (amorphophallus muelleri blume), termasuk jenis tanaman umbi-umbian. Digunakan, Porang digunakan sebagai bahan baku pembuatan tepung, kosmetik, lem, dan masih banyak lagi kegunaannya.

Dahulu, memandang sebelah mata tanaman Porang sebagai tumbuhan liar atau hama. Hal ini karena umbinya memiliki getah yang dapat menyebabkan gatal jika terkenah pada tubuh.

Budidaya Porang di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh Paidi, dari Kabupaten Madiun. Seorang mantan pemulung yang menjadi miliarder diusia muda gegara membudidayakan Porang.

Di Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sendiri, tanaman Porang mulai dilirik sebagai salah satu komoditi yang dibudidayakan. Diantaranya yang membudidayakan adalah Irwan Badi dan Kifli Labedu, pemuda asal Kecamatan Bintauna, Bolmut.

Keduanya merupakan suplayer Porang dari Bolmut yang jaringan pemasarannya hingga ke Makassar, pengolahan pengolahan Porang.

Tingginya nilai ekonomis serta permintaan pasar dunia, membuat keduannya fokus menggeluti bisnis Porang ini.

Ketika ditemui awak media perdananew (15/10), harap sedang mempersiapkan umbi Porang yang akan dikirim ke pabrik. Dalam perbincangan, Irwan menuturkan pengalamannya berbisnis Porang.

“Satu tahun lalu saya hanya beli dari Pembolang (pencari porang pembohong) yang ada diseputaran Bolmut. Untuk sekarang jaringan pemasoknya kami ambil dari luar daerah karna permintaan pasar sangat tinggi. Sementara ini belum ada yang membudidayakan di Bolmut, jadi untuk memenuhi permintaan pasokan udah ambil Dari luar. Ini yang kami kirim sekarang harganya mencapai 40 Juta Rupiah “tutur Irwan.

Baca juga: Tiga Pasien Covid 19 Bolmut Dinyatakan Sembuh

Kepada perdananews, Kifli Labedu mengatakan bahwa dirinya sejak satu tahun lalu sudah menanam Porang di lahannya. Kini, Porang yang ia tanam sudah memasuki masa panen ketiga.

Saat ini mereka berdua bekerjasama untuk mengembangkan jaringan pembudidayaan tanaman Porang ini di Bolmut. Irwan mengatakan, cara pembudidayaan Porang dapat dikatakan gampang-gampang susah. Namun, tips berikut ini mungkin bisa membantu anda yang tertarik untuk bisa membudidayakan Porang dari awal hingga panen.

Tipe Tanah Dan Kondisi Lingkungan

Biasanya, tanaman Porang akan tumbuh diberbagai jenis lahan, namun diutamakan tanah yang gembur dan subur, dengan pH rata-rata sekitar 6-7.

Lingkungan yang digunakan untuk menanam Porang juga bisa menyuburkan tanaman lain. Jadi Porang bisa ditanam tumpang sehingga tanaman lain dalam lahan itu dapat ikut tumbuh subur.

Perhatikan juga tingkat kerapatan dari tanaman lain. Bahkan, akan lebih baik, jika tanaman ini bersandingan dengan pohon seperti Mahoni, Jati, atau Kelapa.

Perkembangbiakan dan panen porang

Terdapat tiga teknik yang dapat dilakukan untuk mengembangbiakkan Porang menurut Irwan. Yakni dengan katak (tunas), buah/biji, dan umbi Porang itu sendiri untuk dijadikan bibit.

Waktu yang ideal dalam memanen tanaman Porang, adalah jika Porang sudah berusia 3 tahun (3 kali masa pertumbuhan). Dari usia tanam, katak dapat dipanen setelah berusia 7-8 bulan.

Setelah panen, Porang bisa langsung dijual. Anda dapat menjualnya ke pihak pengepul atau investor perusahaan asing, agar harga Porang bisa tinggi.

Di setiap pohon, setidaknya kita dapat memanen umbi 2 hingga 10 kg. Dalam satu hektar bisa panen hingga 12 ton umbi. Untuk biji katak-katak bisa diperoleh 1kg dari 3 atau empat batang Porang.

Penjualan umbi Porang bisa dikenai harga mencapai harga tertinggi Rp 25.000/kg. Adapun untuk harga buah Porang yang disebut katak-katak dapat mencapai Rp 200.000/kg.

Demikianlah gambaran tentang komoditi Porang ini. Melihat permintaan pasar Porang yang makin meningkat, serta harga ekonomisnya yang tinggi. Maka tiada salahnya bagi anda untuk mencoba menggeluti budidaya Porang sebagai “emas” baru lahan perkebunan di Bolmut.

(Asriadi/Rls/bolmut.perdananews.com/http://perdananews.com)

Comment

PERDANANEWS