by

Kerusakan Hutan Mangrove Bolmut

bolmut.perdananews.com|Boroko|Kerusakan hutan mangrove akibat keserakahan manusia dan bencana alam di Kabupaten Bolmong Utara (Bolmut) makin memprihatinkan.

Areal mangrove yang rusak ini mencakup sebagian besar garis pantai Bolaang Mongondow Utara.

Dalam pantauan media ini, salah satu wilayah yang cukup luas kerusakannya ialah di Desa Sangtombolang, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolmut.

Baca juga: PWI Bolmut Kecam Pembunuhan Wartawan

Pasalnya, mangrove yang berada tepat berada di sisi jalan Trans Sulawesi ini, dalam keadaan mati/kering.

Diduga, matinya sejumlah pohon mangrove ini diakibatkan oleh tertimbunya akar nafas dari mangrove tersebut dengan tanah material longsor.

Kepala Desa Sangtombolang, Delvis Basare saat ditemui awak media membenarkan kondisi matinya sejumlah mangrove di wilayahnya.

“Hutan mangrove yang rusak itu disebabkan oleh lumpur berbau busuk yang dibawa oleh banjir dan tanah longsor” Jelas Sangadi Sangtombolang.

Menurutnya, kerusakan hutan mangrove ini sudah terjadi kurang lebih empat bulan lamanya pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Bolmut.

“Kami pihak Pemerintah Desa Sangtombolang sudah mengadakan rapat untuk membahas kerusakan hutan mangrove ini. Rencananya kami akan segera usulkan ke pihak Pemda Bolmut dan Dinas terkait untuk melakukan penanaman kembali di lokasi hutan mangrove yang rusak itu. “ Ujarnya.

Dirinya juga menyayangkan lambatnya tindakan dari pihak Pemda Bolmut untuk menangani kerusakan hutan mangrove yang tersebut.

Baca juga: MadNur: Ampuhkah RAPBN 2021?

“Padahal mereka selalu melewati kawasan hutan mangrove yang rusak tepat disebelah jalan trans Sulawesi ini. Namun tidak ada inisiatif untuk melakukan penanganan secepatnya”. Ujar Basare dengan nada kecewa.

Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Bolmut, Irma Ginoga mengatakan bahwa Dinasnya masih akan berkoordinasi untuk penanganan mangrove tersebut.

“Untuk kerusakan lingkungan yang ada di kompleks itu kami masih akan berkoordinasi dengan pusat dan provinsi. Tentunya untuk mencari solusi terbaik permasalahan tersebut” kata Kadis.

“Kami baru turun memantau kondisi itu. Tapi kami terhalang dengan keadaan Covid yg sekarang ini. Mohon maaf sedangkan ini, keluarga kita saja sudah tidak bisa kunjungi kami kalau kena Covid” lanjut Kadis argumentatif.

“Jadi kami juga untuk sementara membatasi diri untuk urusan tersebut. Untuk sekarang kita masih baru melangkah untuk mengatasi permasalahan kerusakan itu” tutupnya.

(Asriadi/Rls/bolmut.perdananews.com)

http://perdananews.com

Comment

PERDANANEWS